“Nanti kamu jadi ikut kan Dit?” tanya Hana lagi. Ia hendak memastikan keikutsertaan Adit.
“Belum tahu Han” ujar Adit lesu. Setelahnya tak Hana tanyakan lagi, karena ia tahu apa yang harus ia lakukan. Gampang, dengan sejentikkan saja semua pasti beres, pikir Hana dalam hati. Ia pastikan agar Adit bisa ikut serta untuk kunjungan wisata nanti. Kalau perlu duduk bersebelahan dnegan Hana di dalam bus, ada-ada saja pikiran Hana.
Di rumah, Nyak Adit dan juga mama Hana tengah sibuk menyiapkan menu makan siang. Ya, untuk porsi makan siang tak sebanyak porsi makan malam karena memang terkadang jam makan siang, entah Hana yang tidak makan, bisa juga snag suami yang mungkin sedang bertugas sehingga tak sempat makan siang di rumah. Berbeda dengan persiapan untuk makan malam, biasanya sengaja di tamba