Adit telah berada di kamar setelah dipastikan adiknya tidur dan Nyak serta Bapak juga sudah terlelap barulah ia mengambil sumpit ajaib yang ia sembunyikan. Ia menimang-nimang sumpit ajaib tersebut, tak terasa sumpit itu ikut bergerak-gerak juga sekaan mengerti bahwa Adit sedang menimang-nimang macam anak bayi yang ditimang orang tuanya. Adit hendak memasukkan kembali sumpit ajaib tersebut ke tempat ia menyembunyikannya setelah memikirkan apa yang memang sedang ia pikirkan. Hal kecil yang mungkin dianggap sepele, tapi naytanya hanya itu yang Adit inginkan untuk saat ini.
“Aku pengen duduk sebelahan sama Hana pas di bus nanti” ujar Adit. Entah kenapa, ia semakin kagum dnegan sosok Hana, entah apakah ada unsur lain di perasaannnya namun yang terbayang saat ini adalah hal tersebut. Hana yang