Mentari pagi itu begitu terang dan bahkan sinarnya menerangi permukaan wajah dari Marta yang kala itu tengah berbaring di atas kasur yang terasa sangat-sangat empuk pada hari itu.
“Hhhh …” dengan meleguh pelan, Marta membuka kedua matanya yang kemudian membuat Marta pun tersadar jika ia tidak berada di dalam kamarnya pada pagi hari itu, melainkan sebuah ruangan yang sangat ading menurutnya pada pagi hari itu.
“Huh?? di mana aku?” itu lah pertanyaan yang dilontarkan oleh Marta yang kemudian membuatnya menoleh menatap ke arah cermin yang berada di sampingnya pada saat itu, yang spontan saja membuatnya terkejut karena ia melihat pantulan dirinya, benar-benar dirinya dan bukan Mark.
‘apakah aku sudah berada di duniaku di heaven town?’ itu lah pertanyaan yang hinggap di dalam benaknya ket