Lewat pukul 2 dini hari Samesta sampai di kediaman orang tuanya. Lepas berkeliling kota tanpa tujuan, hanya rumah orang tua tempat terakhir yang ada dalam pikirannya.
Mobil yang dia tinggalkan di kedai telah berada di halaman rumah. Samesta yakin salah satu karyawan kedai yang mengantarkan mobil itu atas suruhan Raya. Ia terlalu marah tadi sampai meninggalkan Raya di dalam mobil dan keluar begitu saja.
Tanpa mengetuk pintu utama rumah, Samesta memanjat sisi lain bangunan menuju lantai dua. Ia sering melakukannya saat masih kuliah dulu, jika pulang malam tanpa memberitahu kepala ibunya. Samesta lumayan keukeuh untuk mengikuti segala kegiatan kampus. Jiwa berorganisasinya sering memengaruhi Samesta untuk melawan keputusan jam malam penghuni rumah.
Kemampuannya memanjat dinding rumah te