Hawa yang menyentuh kulit terasa asing. Udara deras menelusup ke dalam lubang hidung. Wanita yang terbaring lemah di atas tempat tidur rawat tampak tanpa daya. Jemarinya memperlihatkan pergerakan. Hanya butuh hitungan detik untuk kemudian kedutan di kedua kelopak matanya perlahan terbuka. Mencelang, menatap langit-langit putih pucat. Ia tak mengenali tempatnya berada.
Pandangannya kemudian tertuju pada sisi tempat tidur. Dimana seseorang yang amat familiar terlelap di atas lipatan tangan. Gurat-gurat khawatir dan sedih terlihat di sana. Melihat kehadiran orang ini saat membuka mata, sesak dan lega entah mana yang lebih mendominasi. Raya, wanita itu hanya tergerak menyentuh rambut gelap orang itu. Seperti dugaannya, rambut hitam yang ia sentuh sangat lembut.
Tak berapa lama orang itu te