Samesta tak mengerti, Raya bukan orang yang seegois itu. Mana bisa Raya menghilangkan apa yang harusnya ia dapatkan di masa depan. Kenangan itu akan terus membekas. Jika dihilangkan ia tak akan bisa hidup tenang. Terutama mengenal kedua anaknyanya.
Bagaimana Raya mengandung selama sembilang bulan, berjuang melahirkan mereka antara hidup dan mati, membesarkan mereka dengan kasih sayang. Mana mungkin Raya bisa melupakan semuanya?
Itu semua lebih berharga dari kehidupannya sendiri.
Di tengah percakapan serius mereka terdengar suara deru motor meninggalkan pekarangan rumah. Tari langsung menatap Raya meminta jawaban.
"Paris ke sini?"
Anggukan Raya menjawab segala pertanyaan yang bercokol dalam kepala. Ia melirik putra dari Senja ini lagi dan membagi tatapannya dengan Raya. Kini Tari