Seketika rahang Samesta mengetat. Raya menangkap bagaimana tangan Samesta tergepal kuat hingga buku-bukunya memutih. Raya lupa Paris bilang akan datang ke rumah untuk main. Alhasil Raya harus menerima akibatnya.
Bagus!
Sekarang ada dua laki-laki di teras rumahnya saling beradu tatapan tegang. Raya menelan ludah. Hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka adu jotos. Tapi sebelum itu terjadi, dengan inisiatif Raya meraih tangan Samesta. Menggenggamnya sampai gepalan tangan itu terurai dengan sendiri. Napas Samesta yang memburu juga perlahan reda. Samesta menoleh pada Raya. Balas menggenggam tangannya. Seolah mengatakan pada pemuda di depan ini bahwa Ray miliknya seorang. Raya tahu perbuatan Samesta ini bukan hal baik. Namun, Raya tak bisa berbuat apa-apa selai meringis menatap Paris deng