"Masuk," kata Nadira setengah berteriak.
Aisyah menghampiri Nadira di kamarnya. Gadis berdarah Minang itu duduk di tepi ranjang, lalu menatap Nadira dengan tersenyum.
"Kenapa belum tidur, Kak?" tanya Nadira, sedang netranya tak beranjak dari benda pipih yang dipegangnya.
"Belum ngantuk. Mau ngobrol sama kamu. Boleh enggak, nih?"
Nadira mendongak, menatap Aisyah dengan menaikkan satu alisnya. Gadis SMA itu merasa agak aneh pada Aisyah.
'Apa dia mau bertanya soalan tadi.' Nadira membatin. Teringat olehnya perkataan dirinya di meja makan tadi. 'Aish ... gawat ini.'
"Mau ngobrol a--apa?" tanya Nadira sedikit gugup.
"Apa aja." Aisyah tersenyum lebar. "Gimana kamu duluan yang mulai."
"Ish. Kak Aisyah, enggak asyik." Gadis SMA itu mencebik. Aisyah tertawa mendengar ucapan dan melihat ek