Setelah selesai menunaikan Salat Subuh, Aisyah berkutat di dapur. Kali ini ia memasak gulai paku campur petai.
Tangan Aisyah begitu gesit. Di waktu bersamaan saat memasak gulai paku, gadis Minang itu juga menggoreng kerupuk jariang--kerupuk yang bahan dasarnya jengkol yang sudah dipipihkan dan dijemur.
Saat tengah bertempur di dapur, ketukan pintu bersamaan panggilan namanya, Aisyah melangkah ke luar setelah mematikan kompor terlebih dahulu.
Sebelum membuka pintu, Aisyah mengintip dari jendela siapa gerangan di luar.
Rupanya sang ayah dan suaminya yang baru pulang berjamaah di masjid.
Aisyah pun membuka pintu. Lalu menyalami keduanya bergantian.
"Wah, harum bana, Aisyah. Kau masak apo?" tanya Datuk Bahri. (Wah, harum sekali, Aisyah. Kamu masak apa?)
"Masak gulai paku, Pak." Ais