Malam yang dinantikan Samuel pun datang. Sebentar lagi Aisyah akan menjalankan hukumannya. Samuel merasa menang banyak.
Sedari tadi Samuel sudah menunggu Aisyah di dalam kamar mereka, tetapi sang istri belum juga menghampiri. Padahal lelaki jakung itu sudah bersiap-siap.
Tak berapa lama, pintu diketuk. Sudah pasti itu Aisyah. Melihat Aisyah yang datang, Samuel tersenyum puas. Sementara gadis Minang itu menggeleng pelan. Mau menolak, tetapi takut berdosa. Mau tak mau ia manut saja dengan keinginan sang suami.
"Saya tidak bisa mengurut. Pijat saja, ya?" tanya Aisyah.
"Terserah saja. Terpenting badan saya tidak pegal lagi." Samuel membuka baju. Lalu ia menelungkup, bermaksud agar Aisyah memijat punggungnya.
Aisyah mengambil posisi di samping Samuel dan mulai mengerjakan hukumannya.
S