Aisyah dan Rania diantar oleh supir keluarganya Samuel. Sepanjang perjalanan, Rania asyik dengan ponselnya. Entah apa yang membuat jari-jari lentik gadis berambut pirang tersebut menari-nari di benda pipih itu.
"Ra ...," panggil Aisyah.
"Hmmm."
"Kita mau ke mana sebenarnya? Mau cari tempat makan? Bukannya kita udah sarapan?" tanya Aisyah.
"Siapa juga yang mau cari tempat makan."
"Jadi?"
"Kita ke taman aja. Cari udara segar."
"Oh, gitu," ucap Aisyah sambil mengangguk-angguk mendengarkan ucapan Rania.
Setelah beberapa menit kemudian, mobil yang membawa Aisyah dan Rania berhenti di sebuah taman.
"Masyaallah. Cantik, ya, Ra." Aisyah tersenyum semringah melihat pemandangan indah di hadapannya. Aroma segar dan harum langsung menyelusup ke indra penciuman Aisyah kala gadis berdarah