Aisyah menelan ludahnya kasar. Kaca-kaca menggelayut di manik mata hitam gadis berdarah Minang itu. "Nad, cukup!" kata Aisyah sambil menoleh dan memegangi tangan Nadira.
Nadira kemudian melepaskan earphone yang terpasang di telinganya, lalu gadis SMA itu menatap Aisyah dengan kening yang membentuk gelombang kerutan. "Ada apa, Kak Aisyah?" tanya Aisyah kemudian.
"Kamu bisa diam, kan?"
"Emang kenapa? Kok, aku disuruh diam? Kan aku lagi telponan sama temen aku, Kak," ucap Nadira.
"Hah? Teleponan?" Gadis berdarah Minang itu kebingungan menatap ke Nadira yang duduk di samping.
Amar menajamkan indera pendengarannya kala mendengarkan percakapan Aisyah dan Nadira. Di kaca depan mobil itu, Amar melihat pantulan bayangan Aisyah di sana. Jelas terlihat oleh Amar wajah kebingungan Aisyah.
"Iy