"Syah, mau tambah lagi?" tanya Amar kemudian.
"Hah?" Aisyah beralih menatap makanannya yang masih berisi penuh di piring itu. Semenjak dijahili oleh perkataan Nadira tadi, selera makan gadis berdarah Minang itu merosot tajam.
Amar pun juga ikut beralih menatap makanan di piring Aisyah. "Oh, masih banyak, ya. Aku kira udah habis," kata Amar seraya tertawa pelan.
Gadis berdarah Minang itu pun ikut tertawa pelan. Tawa yang terdengar sumbang. "Udah kenyang."
"Oh, begitu." Amar mengangguk-angguk paham.
"Abang ...," panggil Aisyah pelan.
"Ya?" Jawab Amar kemudian. Beberapa detik jawaban Amar belum disambut oleh lelaki tampan itu. Lantas lelaki tampan tersebut kembali bertanya pada gadis berdarah Minang itu apa gerangan dia memanggil dirinya.
"Ehm ... jangan hiraukan perkataan Nadira