Samuel kembali mengaktifkan ponselnya setelah seharian penuh ia membiarkan benda pipih itu tidak menyala. Notifikasi berhamburan masuk. Salah satunya notifikasi dari Nadira: pesan beruntun, beberapa puluh panggilan tak terjawab. Ah, gadis itu seperti posesif sekali dengan lelaki bertubuh jakung itu.
Terdengar dengkusan pendek Samuel kala Nadira kembali menghubunginya. Bukan tidak mau mengangkat telepon dari gadis itu, tetapi setelah mengulang jajak dan mengikuti proses pemakaman Pak Safri dari awal hingga selesai, lelaki bertubuh jakung itu merasa lelah, belum siap mendengar segala t***k bengek rengekan Nadira. Jadi, ia biarkan saja benda pipihnya itu berdering, tanpa berniat mengubah mode senyap.
"Abang, kenapa tidak diangkat teleponnya?" tanya Aisyah sesaat setelah keluar dari kamar