Di tengah keasyikan Samuel meledek istrinya dan Aisyah yang tengah menimpuk kepala sang suami, Nadira datang dengan nampan yang teronggok di atasnya tiga gelas cokelat panas.
Nadira berdehem, bermaksud agar kedatangannya diindahkan oleh Aisyah dan Samuel. Sepasang suami-isteri itu pun kemudian berhenti bergelut.
"Silakan diminum," ucap Nadira kemudian.
"Cokelat panas?" Samuel mengernyitkan dahi melihat bergantian Nadira dan segelas cokelat panas di hadapannya.
"Iya. Makam-malam begini enaknya minum cokelat panas, Kak," ucap Nadira seraya menghempaskan bokongnya di sofa. Gadis itu kini memilih duduk di hadapan Samuel.
Tanpa menunggu perintah untuk meminum, Samuel meraih gelas, lalu menghirup aroma cokelat yang menenangkan, dan kemudian meminumnya.
Aisyah pun begitu. Segelas cokela