"Kak Aisyah, beruntung, ya. Bisa merasakan kasih sayang ibu dan ayah. Enggak kayak aku." Nadira tertawa. Namun, tawa itu terdengar sumbang. "Sepertinya keberuntungan begitu berpihak sama, Kak Aisyah. Sekarang, di saat sudah menikah mendapatkan lelaki yang sepertinya mencintai, Kakak."
Gadis SMA itu tegak berdiri, berlalu ke kamarnya setelah berkata demikian.
***
Ketika Aisyah hendak membereskan piring-piring kotor, Samuel melarang sang istri. Lelaki itu mengambil alih tugas mencuci piring. Lalu, Samuel meminta sang istri untuk menghampiri Nadira di kamarnya.
"Coba kamu ajak Nadira ngobrol. Sepertinya dia butuh temen sekarang," kata Samuel pada Aisyah.
Aisyah mengangguk mengiyakan ucapan Samuel. Lantas gadis berdarah Minang itu melangkah menuju ruang atas, kamar Nadira.
Aisyah me