"Nadira gimana, Ai?" tanya Samuel sesaat Aisyah baru saja sampai di ruang tengah.
"Tadi dia nangis, Kak."
"Huft, anak itu. Kayaknya butuh refreshing. Dari kemarin sikapnya aneh banget."
Aisyah mengangguk-angguk mendengar ucapan sang suami. Beberapa saat gadis yang tengah dibicarakan oleh Aisyah dan Samuel turun dari tangga. Nadira sudah tampak rapi, tidak seperti sarapan pagi tadi.
"Aku pulang dulu, Kak," kata Nadira pada Samuel.
"Kakak, antar, ya."
"Enggak perlu," jawab Nadira sambil berlalu.
Setelah Nadira pulang, Aisyah menanyakan segala tentang Nadira pada Samuel.
Segala yang diceritakan Samuel tentang Nadira, membuat Aisyah ingin lebih dekat dengan gadis SMA itu.
'Semoga kita bisa berteman, Nad. Walaupun kamu sedikit menyebalkan,' batin gadis berdarah Minang itu.
*