@dwijuna_ started following you.
Sampai rebahan di kasur pun aku masih senyum-senyum sendiri melihat notifikasi ini. Err, rasanya benar-benar lebih dari sekedar kasmaran. Haha, padahal aku juga tidak ingat rasanya kasmaran itu seperti apa.
Tring.
Notifikasi!
@dwijuna_
Hey, terimakasih ya.
Degup jantungku kembali tegang. Tak bisa menahan senyum yang mengembang. Aduh, Mamas.
@iristi.putri
Iya sama-sama. Kan udah bilang
@dwijuna_
Kalo tadi saya telat, pasti udah dihukum. Ucapan terimakasih yg ini karena kamu udah bikin saya lepas dari hukuman.
Kembali aku berguling ke kanan menyembunyikan senyum dari layar ponsel sendiri.
@iristi.putri
Iya, Kak. Trimakasih juga udah difollow.
Dia sedang mengetik, lama sekali. Ah, tidak tahu ngetik apa sampai selama itu.
Aku pun melepaskan sebentar ponsel dari dari genggamanku. Menenangkan jantung yang mulai bergemuruh kembali.
Tring!
Langsung kusambar ponsel dan membuka satu pesan yang masuk.
@dwijuna_
Ternyata kamu pengagum saya :v
Mataku melebar meihat isi pesan Mas Juna itu. Aiish, pasti dia sudah melihat pesan kami sebelumnya di DM. Ya, kan memang dia baru saja mengirimiku DM saat aku mention akunnya di insta-story-ku kemarin.
Bagaimana ini? Aku jadi merasa malu dan tengsin sendiri. Dan satu lagi. Aku sangat tidak suka jika seorang laki-laki tahu bahwa aku menyukainya. Kecuali memang ada status yang jelas diantara kami.
@iristi.putri
Hm, terus?
Aiiish balasan macam apa ini. Sok cuek sekali aku. Ya, akuilah aku kalah oleh rasa gengsiku sendiri.
@dwijuna_
Baru sadar, ternyata kita pernah DM-an sebelumnya.
@iristi.putri
Hehe, emang pernah. Boleh tanya sesuatu?
@dwijuna_
Ya, boleh
@iristi.putri
Kakak tumben ada di warung nasi depan sekolahku. Sebelumnya gak pernah liat. Habis ngapain?
@dwijuna_
Kepo :D
@iristi.putri
Yasuda
@dwijuna_
Ngambekan sekali. Saya habis dari rumah temen yang di daerah situ.
Ahahah. Ngambekan sekali katanya. Ada ya fans yang ngambekan ternyata. Itu aku. Sebenarnya aku takut gigiku kering kalau terus-terusan chat dengan Mas Juna.
@iristi.putri
Nggak, kok. Oh begitu.
@dwijuna_
Kamu kelas berapa?
@iristi.putri
Kelas 12
@dwijuna_
Tahun ini lulus ya?
@iristi.putri
Iya, kak.
@dwijuna_
Semangat menghadapi ujiannya!
@iristi.putri
Siap, kapten.
@dwijuna_
Wassalamu'alaikum
@iristi.putri
Wa'alaikumussalam warohmatullah
Sudah. Iya, sudah selesai chat-nya. Yakin 99 persen ini adalah chat terakhir darinya. Hehe. Yaiyalah, secara, aku kan bukan siapa-siapa dalam hidupnya. Sudah pernah menjadi bagian dari dinding DM-nya pun sudah sangat senang.
"Oi, kesambet apaan kamu?!"
Tadi ada kacang ijo penyemangat yang membuatku tersenyum, sekarang muncul kacang ijo penghancur mood yang membuatku kembali cemberut.
"Apaan sih, Mu!?"
"Kamu tuh dari tadi senyam-senyum sendiri. Takutnya kesurupan, mau aku bawa ke tukang rukyah" ujar Mumu.
"Enak aja! Aku tuh abis...." ucapanku tertahan.
"Abis apaan?"
"Nggak. Kepo!"
Untung saja mulut ini masih bisa direm. Habisnya, kalau Mumu tahu aku kenapa, pasti dia bakal ledekin dan bully aku sepuasnya. Bakal dikatain mimpi, di-PHP-in, jangan ngarep! Masabodoh Mumu dengan segala serapahnya.
"Mu, pinjam HP, dong"
Mata bulatnya langsung mendelik tajam. "Mau maling kuota, ya?"
Cih! Tebakannya memang nggak pernah meleset deh kacang ijo yang satu ini. "Suuzhan! Pinjam sebentar, Mumu"
Ia memberikan ponselnya ragu-ragu, tak rela. "Ingat, ya. Annadhofatu minal iman! Maling tuh haram!"
Si Goblin, anak TK juga tahu itu hadist tentang kebersihan, bukan tentang maling. "Nggak nyambung hadist-nya, Kuda!"
"Heh, Merpati! Aku tahu kamu tuh mau nyalain tethering-hotspot-portable!"
Aku mulai mengutak-atik ponselnya. "Ya terus? Kalau udah tahu, kenapa tetap dipinjemin?"
Ia menghela nafas, pasrah. Kalah bicara kan? Makanya sudah, laki-laki nggak akan menang deh lawan perempuan.
Iseng, aku membuka akun instagtam-nya. Berselancar disana, sampai akhirnya aku menemukan sesuatu. Ow! Ternyata Mumu dan Adisti saling follow! Adisti juga tidak tahu kalau Mumi itu kakakku.
Bajak, ah.
Aku akan mengirim DM kepada Adisti melalui akun Mumu. Haha. Sekali-kali jahil sama Mumu.
@firdaus_najmu
Assalamu'alaikum, ukhti.
Boleh kenalan gak? Ukhti cantik sekali, subhanallah. Jilbabnya semakin membuat anggun.
Send!
Bhahaha. Aku tak bisa menahan tawa.
"Heh, ngapain kamu?" Ups, aku lupa Mumu masih di sini.
"Nggak. Nih, HP-nya. Jangan dimatiin hotspot-nya" aku segera memberikan ponselnya agar Mumu tidak curiga.
"Missqueen!" Ucapan sarkasme itu mengantarnya pergi dari kamarku.
Aku pun lanjut mengeksplor isi i********:. Sekalian lihat-lihat kembali akun Mas Juna, hehe. Ya anggaplah aku stalker.
Drrrt. Drrrt.
Ponselku bergetar, menampilkan nama seseorang yang sempat membuatku malas melakukan apa pun.
Anam is calling...
Fuhh. Mau apa sih?!
"Halo?" Aku memutuskan untuk mengangkat teleponnya.
"Halo, Airis"
"Apa?"
"Nggak. Uhm, mau nanya" suaranya terdengar ragu.
"Apa?"
"Bukan nanya, sih. Cuma mau bilang...." Ucapannya menggantung. Ih, menyia-nyiakan waktuku saja!
"Apa sih, Anam?"
"Cie habis ketemuan sama tentara"
Oh, jadi Anam melihat pertemuanku dengan Mas Juna. Kupikir hanya aku yang tahu.
"Cuma mau bilang itu?"
"Um... Ya, mungkin"
"Yaudah, kumatiin teleponnya"
Tiit.
Tidak jelas, bukan? Aku nggak ngerti dia maunya apa. Setelah jauh dariku seharusnya dia bahagia dengan si Putri Fabiola, doi barunya. Untuk apa sih mengusik hidupku terus kalau sudah bahagia?
"Putriii!" Mumu meneriaki panggilan rumahku. Aduh, sepertinya ketahuan. Ia berjalan menghampiriku.
"Kamu bajak IG aku, ya?" Mumu menunjukkan layar ponselnya kepadaku. Terlihat pesan masuk dari Adisti.
@adisti.wigiii
Wa'alaikumussalam warohmatullah. Maaf, abang ini siapa ya?
@firdaus_najmu
MAAF. HP SAYA DIBAJAK ADIK SAYA YANG ISENG. MOHON MAAF.
"Malu-maluin!"
"Bhahahaha" akhirnya aku tertawa terpingkal-pingkal. "Dasar Mumu, lebay banget sampai jebol Capslock"
"Kamu yang lebay, pakai acara bajak DM orang segala" wajahnya ditekuk, jelek sekali.
"Biarin ajalah. Emang beneran cantik kok orangnya itu. Lihat aja sendiri profilnya kalau nggak percaya"
"Bodoamat!"
Ia pun pergi dari kamarku. Mungkin ngambek. Berbarengan dengan matinya sumber hotspot yang sedang kunikmati.
Argh! Missqueen!