Saat reyo masih mengingat ingat kejadian semalam, terasa getar ponselnya, berada di bawah bantal, sang mama menghubungi.
" Hallo ma?.
" Sayang kamu ada kuliah tidak ?
" Ngak ada, ada apa sih ma !
" Ya kamu kesini, sama om dan Tante, ajak juga ?
" Iya reyo, awas kalau kamu ngak ke sini, nanti jika kamu menikah kak Lisa ngak mau datang juga.
Suara kak Lisa menyela pembicaraan mereka.
" Iya iya kak tapi reyo mandi dulu ya.
Sambungan ponsel pun terputus,
Reyo bergegas pergi ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya, dalam kamar mandi ada sebuah kaca cermin yang besar sekali, saat melihat tubuh bugilnya reyo melihat sebuah tanda cupang di dadanya, dia mengusap nya, dan dia tersenyum senyum sendiri,
Bahkan dia memotret pakai ponselnya, seketika dia juga ingat kejadian semalam, reyo seperti mimpi bisa merasakan malam pertama dengan sang Tante, lama sekali dia berendam dalam bathtub sambil membayangkan kenikmatan yang di berikan oleh sang Tante.
Apalagi dia yang merasakan malam pertama sang Tante dari hak om nya.
" Oh Tante gimana sekarang reyo bisa melupakan mu, Tante, apa yang terjadi itu keberuntunganku tapi ini tidak benar, kau seperti ibuku, tuhan dosa apa yang ku lakukan kenapa ini bisa terjadi, sialan !
Umpat reyo dalam lamunan.
Dan sesaat kemudian reyo udah berpakaian rapi untuk berangkat ke tempat kakak sepupunya Lisa, dia memakai kemeja putih dan blazers hitam casual senada dengan celana, terlihat begitu gagah ganteng dan dewasa banget,
Wajah ganteng begitu menarik perhatian semua orang apalagi penampilan reyo telah berubah, semua orang hampir tak percaya, jika dia reyo si kutu buku, dan jargal, tapi sekarang menjadi sosok tampan berwibawa seperti sang ayah dulu,
Kenareyo Argantara, sosok laki laki penuh karismatik dengan semua kesuksesan yang dia dapat, bahkan kematian yang tidak wajar waktu itu sampei sekarang belum terpecahkan,
Sampei reyo berusia 22 tahu sekarang ini, bearti meninggal sang ayah udah 11 tahun, belum ada yang tahu penyebabnya,
" Hai reyo cakep banget keponakan ku satu ini gimana kabarmu sayang?
Mendadak bude Rosa udah di belakang reyo dan menarik tangan reyo untuk masuk ke ruang keluarga, karena ijab kabul akan segera di mulai, terlihat kak Lisa pakai kebayak jawa cantik sekali dan di sebelahnya kak Andreas, calon suaminya juga terlihat begitu tampan.
" Iya bude reyo boleh makan dulu ngak lapar banget soalnya tadi belum sarapan perut reyo sakit banget soalnya,
Dan bude pun meminta pelayan untuk membawakan makanan kesukaannya.
" Bude ..bude mama mana sih, reyo kangen mama.
" Kamu ini kayak anak kecil saja, mau nenen ! tu mamamu lagi menerima tamu, oh iya re Tante sama om kamu Ndak ikut?.
" Oh iya lupa bude ngak ngasih tahu mereka tadi,
Reyo pura pura lupa padahal reyo tak berani menatap Tante setelah kejadian semalam yang udah membuat kenangan indah dengan sang Tante, dan Ndak tahu deh gimana keadaan Tante sekarang pasti masih merasakan sakit di pangkal pahanya karena ulah reyo yang kurang ajar.
Pikir reyo yang lagi mikirin sang Tante.
*
*
Sementara sang Tante yang juga lagi dapat telepon dari bude Rosa, karena setelah bude berbincang dengan reyo dia langsung menghubungi Tante Ara yang ada di mansion,
" Ara, Mandala udah pulang ?
" Itu dia baru saja pulang, ada apa kak rose?
" Cepat ajak suamimu datang ke mansion, akat nikah Lisa akan dimulai tunggu saudara saudara dulu.
" Iya kak.
Ponsel pun terputus, setelah itu Ara pergi ke dalam kamar rencana untuk memberitahukan pada suaminya Mandala.
Pelan Ara berkata.
" Mas di suruh Kakak ke tempat kak Rosa sekarang.
Mandala yang baru saja keluar kamar mandi tanpa memakai baju ganti hanya handuk di pinggangnya menatap Ara begitu tajam dan berkata.
" Enggak aku tak mau, jika kamu mau kesana, kesana sendiri, dan bilang sama kak Ros aku sibuk.
" Tapi mas ini penting Lisa akan menikah mas di tunggu semu keluarga,
" Diam kau jangan atur atur aku, jika aku ngak mau ya tidak titik, pergi sana?, awas kalau kau kembali lagi,
Dengan deraian air mata Ara keluar kamar, rasa sakit di pangkal pahanya tak terasa lagi yang ara rasakan justru rasa sakit hati yang luar biasa sakitnya,
Diapun bergegas ke kamar pribadinya dan berganti baju terlihat cantik sekali dengan sedikit make-up,
Pergi ketempat kak rose mengendarai mobil di antar pak sopir, tapi sebelum kesana Ara memberi tahukan lewat ponsel pada kak Ros jika dia kesitu sendiri karena Mandala sibuk.
Beberapa menit berlalu Ara sampei juga di mansion Mario, terlihat udah ramei dengan tamu undangan dan semua keluarga besar Argantara dan Abraham.
Begitu juga terlihat sang mama dan papa yang juga udah hadir di situ lebih awal, mama papa Ara memang sejak ara menikah dengan Mandala juga begitu akrab dengan mereka, keluarga Abram berbesan dengan keluarga Handoko,
" Mama papa ?
" Sayang gimana kabarmu nak.
Sang mama Prita Anastasia dan sang papa Seno Handoko, langsung memeluk Ara.
" Aku baik baik saja ma.
" Mana suamimu?
" Oh mas Mandala ada rapat di luar kota belum bisa pulang sekarang !
Terpaksa Ara berbohong pada kedua orang tua nya, karena Ara tak mau kalau putrinya tak pernah di anggap istri oleh suaminya,
" Kamu kesini sama siapa sayang?
" Di antar pak sopir.
Perbincangan pun berhenti, saat acara Akat nikah mau di laksanakan, mereka di suruh berkumpul untuk menyaksikan kesakralan upacara pernikahan Lisa dan Andres malam itu.
Di saat semua lagi berkumpul reyo juga asik main ponsel dan tiduran di sofa, membuat sang mama, Rebeka Angel menghampiri sang putra,
" Sayang kau lagi apa?
" Mama sini, kenapa mama ninggali reyo lama sekali sih.
" Kamu ini, udah besar masih kayak anak kecil saja,
" Ma sini ma.
Setelah sang mama mendekat, reyo langsung memeluknya seperti anak kecil, dan meletakan kepala di pangkuan sang mama, tanpa sadar tante Ara melihat kejadian itu, bahkan sang mama Prita juga ikut melihat dan berkata.
" Itu kan kakakmu Rebeka sama siapa, kok ada di pangkuannya itu Ar ?
" Itu kan reyo ma,?
" Itu reyo yang dulu pakai kaca mata itukan ,? Kok udah sebesar itu, dia udah menikah juga Ar.
" Belum ma kuliah aja masih semester 5 aja belum kelar.
Dalam hati Ara masih ingat kejadian semalam .
" jika mama tahu semalam anakmu ini udah melakukan hubungan suami istri bersama reyo yang mama lihat , pasti murka, apalagi jika benih yang di taman reyo jadi seorang anak gimana nanti apa aku harus membunuhnya, ada apa aku ini, tidak ! dia tidak bersalah, aku bukan pembunuh, aku akan jadi ibu yang baik untunya nanti. Oh tuhan kenapa semua ini bisa terjadi padaku menikah Ama omnya hamil sama keponakanya benar benar gila semua ini "
Ara merenungi nasibnya sampei dia lupa ada sang mama.
" Oh dia ganteng sekali ya ar, gimana kalau dia di jodohkan saja sama osi, pasti cocok sekali.
" Tidak !
" Kenapa tidak dia juga ganteng bahkan jika suami mu dia pasti kau lebih cocok sama dia dari pada sama mandala itu.
" Mama apaan sih, udah udah ngak usah di perdebatkan lagi aku ngak suka.
" Emang kamu begitu mencintai suamimu ya, ya udah anak mama memang sangat membanggakan mama kok.
Akirnya Ara dan sang mama pun menuju tempat akat nikah yang akan di mulai sebentar lagi.
bersambung......