Sementara reyo masih asik bersama sang mama bersantei, dia duduk disofa di ruangan keluarga, mama membelai kepala sang putra pun, begitu terlihat sayang sekali dengan putra semata wayangnya .
" Ma jika aku menikah nanti apa mama bahagia.
" Kamu ini...ya tentu mama akan bahagia sekali, emang kamu mau menikah?
" Ya enggak lah ma, reyo menikah nanti jika reyo menemukan wanita yang benar benar reyo cintai.
" Emang kamu ngak mau di jodohkan gitu.
" Mau kalo istrinya kaya Tante, udah cantik Ndak banyak komen, juga penyayang sabar seperti mama.
" Kamu ada ada saja, oh iya tadi kamu sama Tante dan om kan.
" Hi...hi...hi...engak Mana ! aku lupa jadi berangkat sendiri.
" Terus Tante gimana ? kok kamu tinggal !
" Ya mungkin sama om lah ma.
Setelah berbincang, Akirnya bude Rosa memanggil reyo dan mereka bergegas ke tempat akat nikah berlangsung, selang beberapa menit acar selesei,
Dan di lanjutkan perta resepsi yang begitu banyak tamu undangan datang, mengucapkan selamat kepada kedua mempelai,
Di saat duduk santei usai pesta sekitar jam 11 malam reyo mengajak sang mama pulang tapi ngak boleh sama bude Rosa,
Semua udah pada pulang bahkan kedua orang tua Tante Ara juga udah pulang sejak usai Akat nikah tadi , karena mereka juga hanya sebagei tamu undangan.
Akirnya Tante Ara pulang di antar reyo, sebenarnya reyo ngak mau tapi di paksa sang mama .
" Dek Ara kamu di antar sama reyo aja ,?
" Terus kak Rebeka gimana?
" Kakak besok ! soalnya besok masih satu acara lagi.
" Tapi ma, besok aja reyo antar lagi, sekarang kita pulang dulu,
" Mama bilang besok ya besok !.
Siapa saja yang pulang sekarang,
Reyo udah tak bisa mengubah keputusan mamanya,
Dia pun pulang bersama sang Tante Akirnya.
Di tengah perjalanan tak ada kata kata sama sekali, keduanya membisu dalam gejolak hati masing masing.
Dalam hati reyo berkecamuk takut sang Tante marah jika dia mengungkit perbuatanya semalam.
Sedang dalam hati Tante, merasa malu karena perbuatan bersama reyo semalam yang sangat memalukan jika ketahuan oleh orang lain.
Sampei keduanya hampir bersamaan memanggil nama berlawanan mereka.
" Tante !
" Reyo !
Dan mereka terdiam juga bersamaan, bahkan saling tatap.
Hingga reyo Tampa sadar malah membawa sang Tante ke sebuah jalanan perbukitan, seperti lapangan golf, yang menghadap sebuah lembah nan begitu indah di lihat pada malam hari yang di terangi sinar bulan purnama, terlihat juga banyak bintang kerlap kelip diantara langit gelap malam bagaikan siang,
" Re mau kamu bawa kemana kita sekarang, ini kan bukan jalan pulang.
" iya tan, reyo ingin mengajak Tante melihat pemandangan malam ini, indah banget tan.
Reyo terus melajukan mobilnya hingga sampei di tempat asing yang belum pernah di kunjungi oleh sang Tante.
Reyo cuma tersenyum dan keluar dari mobil, setelah itu membuka pintu mobil sebelah sang Tante,
" Tan ayo Tante keluar dulu, lihat indah banget malam ini .
Reyo meraih tangan sang Tante yang lembut, menuntun nya keluar dari dalam mobil, sang Tante juga ngak keberatan, dia ngikut aja kemauan keponakanya itu, setelah sampai di luar,
Wajah Tante begitu terpesona melihat pemandangan malam itu benar benar indah sekali, sampei kedua tanganya menutup mulutnya sambil berkata.
" Waw reyo indah sekali.
Saking takjub nya melihat keindahan malam itu tante berlari ke depan dan terus memandang ke hamparan luas lembah, bukit bukit yang jauh di sana,
Reyo cuma membiarkan sang tante di depan nya menikmati pemandangan.
Sampei entah apa yang di pikirkan reyo saat itu, dia menyusul tante dan memeluknya dari belakang, sambil berbisik di telinganya.
" Tante maafkan reyo, tapi reyo benar benar tak sanggup melupakan kejadian semalam Tan,
Sesaat kemudian sang Tante berbalik meng hadap reyo dan ingin menampar lagi wajah reyo, tapi dia cuma melihat wajah reyo dan menurunkan tanganya kembali, sementara reyo udah bersiap di tampar, reyo cuma memejamkan matanya,
Sang Tante ngak jadi menampar reyo dan berbalik membelakangi reyo sambil berkata.
" Reyo Tante juga minta maaf, mungkin Tante yang salah, tapi kamu harus melupakan semua itu reyo ,Tante mohon.
Bukanya pergi reyo malah kembali memeluk sang Tante.
" Gimana reyo bisa melupakan Tante sekarang, ini semua membuat reyo semakin menggila.
Dan pelukan reyo semakin erat di tubuh sang Tante, bahkan ciuman lembut di bawah telinga sang Tante membuatnya tak sanggup menolaknya,
Mereka seperti pasangan kekasih yang lagi di mabuk asmara, benar benar keduanya tak bisa melupakan kejadian semalam,
Tanpa sadar mereka bahkan berhadapan dan saling membalas ciuman, bibir mereka seakan memiliki magnet, terus melekat mencari sela sisi untuk saling mencari kenikmatan sejati.
Bahkan reyo membopong tubuh sang Tante di naikkan di atas kap mobil sport yang memang lebih datar, dan pergulatan mereka tak pernah ada yang mengganggu.
Karena memang tempat itu jauh dari pemukiman warga dan jalan raya, sebenarnya tempat itu adalah lapangan golf, yang biasa reyo gunakan bersama teman temanya bermain kalau lagi suntuk.
Dan Al hasil di atas kap mabil itu reyo terus membuat sang Tante begitu menikmati semua permainannya,
Bahkan baju yang di kenakan mereka udah terbuka kancingnya tubuh Ara juga tertindih tubuh Raka yang memang kekar untuk ukuran cowok dewasa.
Ara benar benar mabuk kebayang sama perlakuan reyo yang belum pernah sekalipun di rasakan dari sang suami Mandala, meski mereka udah menikah 7 bulan sekalipun,
Nyatanya tubuh Ara masih belum terjamah olehnya, dan yang pertama malah terjamah oleh sang keponakan suaminya sendiri.
Malam itu saksi bisu hubungan terlarang keduanya, tapi siapa yang mampu menolak nafsu, udah memuncak di ubun ubun, yang ada mereka saling memuaskan satu sama lain,
Dan mereka tak berpikir benih yang mereka tanam akan subur di dalam rahim sang Tante nantinya, bahkan mungkin akan menjadi bencana buat hubungan keduanya.
Sampei pada akirnya malam itu mereka lewati dengan tumbuhnya cinta, di antara keduanya.
Selesai menikmati malam penuh arti, mereka melanjutkan perjalan pulang menuju mansion, dalam mobil keduanya terdiam tapi tangan reyo terus menggenggam jemari sang Tante yang terkadang dia juga menciumnya dengan lembut penuh kasih sayang.
Suasana malam itu sangat berarti untuk keduanya, dan perjalanan pulang pun sampei juga di mansion.
Reyo menghentikan mobilnya di parkiran sebelum mereka turun sekali lagi ciuman mesra terjadi lagi,
Dan itu untuk kesekian kalinya reyo yang selalu minta ciuman pada sang Tante harus terjadi di mana ada kesempatan dan waktu yang memungkinkan mereka juga sering bersama melewati waktu sekedar melepas kerinduan.