Dikejar Pocong
“CIKA… Cikaaaaaa!!!” Angga mengejarnya. Cika menghentikan langkah ketika sudah di depan pintu pondokan.
“Jangan pindah dari sini, dong!” Angga memohon. Cika tersenyum kecut. Ia sudah bertekad harus segera pergi dari pondokan ini. Ia tak tahan jika harus bertemu dengan makhluk itu setiap malam Jum’at datang. Keinginnnya sudah disampaikan pada pemilik pondokan yang tak bisa menahannya. Kejadian seperti ini bukan untuk yang pertama. Penghuni kamar sebelumnya juga terpaksa harus pindah karena terganggu dengan sosok berbentuk guling yang suka meludah cairan kuning di lantai. Ya, memang tak berbuat apa-apa. Namun kalau terus berdiam di kamar itu, mengawasi dan membuat kuduk teras disobek-sobek, siapa yang tahan? Walau seberani apapun, tak akan mampu, pasti akan takut.
“Kenapa