Sosok yang Lenyap Tanpa Jejak
FADIA mendesah resah. Ia termenung sendiri di dalam kamarnya. Jam di dinding menunjukkan pukul dua puluh satu lewat lima belas menit. Sepulang dari makan malam di rumah makan terdekat bersama teman perempuan satu pondokan, ia langsung masuk kamar dan mengurung di dalamnya. Menolak ketika teman perempuan sesama penghuni kos mengajak ke kamar sekadar mengajak berbincang layaknya dua orang gadis.
Ia kembali mendesah. Pikirannya tengah digelayuti resah semenjak di kampus. Perkuliahan baru berakhir pukul tiga sore. Ia pun pulang sendiri dan menolak diajak Nirina untuk menikmati baso kuah yang tendanya tak jauh dari kampus dan tengah banyak pengunjung lantaran baru dua bulan buka. Ia tahu baso kuah di sana enak rasanya, ia pun pernah mencicipi beberapa kali. Namun