***
Taeyeon bersama Jiyong sarapan di kediaman Lupin dengan ditemani Sam dan teman-temannya. Meski pun kehadiran Taeyeon sudah diterima di sini, hanya saja ia masih merasa segan berada di dekat Lupin atau pun serigala yang lainnya.
“Taeyeon, kau masih memakan makanan manusia?” tanya Lupin.
Taeyeon mengangguk. Namun, Jiyong langsung menyambarnya,”Dia hanya meminum darah sekarang.”
Mendengar ucapan Jiyong barusan, kedua mata Taeyeon langsung mendelik pada laki-laki yang berada di sampingnya.
“Apa? It’s true, Taeyeon,” kata Jiyong sambil menyeringai.
“Berapa usiamu sekarang, Taeyeon?”
“25 tahun,” jawab Jiyong.
“Sejak kapan kau menyadari identitasmu sebagai seorang vampire?”
“Saat ia tepat berusia 25 tahun,” jawab Jiyong lagi.
Pandangan Lupin, Sam, Taeyeon, dan semua orang yang ada di ruangan itu pun langsung mengarah pada Jiyong yang dengan santainya menyantap makanannya.
“Bagaimana kau bertemu Jiyong, Taeyeon?” tanya Lupin untuk memancing reaksi Jiyong.
Baru Jiyong akan menjawabnya, Lupin langsung menyambarnya,”Aku bertanya pada Taeyeon, Jiyong. Apa kau sudah berganti nama jadi Taeyeon? Kenapa semua pertanyaan untuk Taeyeon kau semua yang menjawabnya?”
Jiyong yang secara tidak sadar melakukan itu pun langsung mengedarkan pandangannya di saat semua mata sudah memandangnya. Ia pun tertawa kecil.
“Apa kau begitu menyukainya, Jiyong?” tanya Sam.
Jiyong hanya tersenyum. Ia bahkan tidak berani menoleh ke arah Taeyeon yang sejak tadi tertawa kecil karena tingkahnya. Jiyong salah tingkah.
Melihat tingkah sang anak barusan, Lupin pun ikut tertawa kecil. Sudah lama ia tidak melihat Jiyong seperti itu. Terlebih, baru-baru ini hubungannya dengan Jiyong pun semakin memburuk.
Namun, suasana yang menyenangkan ini tidak berlangsung lama. Suasana berubah menjadi tegang saat Choi masuk ke kediaman Lupin dan berpapasan dengan Taeyeon. Choi yang baru pulang dari berpatroli berhari-hari ini tidak mengetahui kedatangan Taeyeon di sini.
Taeyeon yang melihat kehadiran Choi pun langsung membelalakkan matanya. Makanan yang berada di tangannya pun langsung terlepas. Jantungnya seolah ditusuk pisau. Sakit. Ia merasakan sakit yang luar biasa. Choi yang melihat kehadiran Taeyeon pun terkejut.
Sontak, dengan mata berlinang, Taeyeon pun berdiri dan memandang Choi yang juga masih mematung.
“Kau,” Taeyeon mengayunkan jari telunjuknya pada Choi. “Pembunuh.”
Nada suara Taeyeon yang seketika meninggi langsung merubah suasana di ruangan ini. Jiyong langsung berdiri dan berusaha menyadarkan Taeyeon.
Terlambat, Taeyeon sudah berubah menjadi vampire yang siap menyerang musuhnya. Matanya yang sudah memerah menandakan ia bukan lagi manusia. Semua orang yang ada di ruangan langsung berdiri dalam keadaan siaga. Jaga-jaga jika Taeyeon mulai menyerang Choi.
“Taeyeon,” panggil Jiyong dengan lirih. “Jangan.”
Taeyeon menoleh ke arah Jiyong,”Jadi, orang yang membunuh kedua orang tua angkatku adalah temanmu? Dan, kau menyembunyikannya selama ini, Jiyong?”
“Taeyeon, aku tidak bermaksud untuk membohongimu.”
Taeyeon kembali menatap Taeyeon dengan marah,”Dia sudah membunuh kedua orang tuaku yang tidak bersalah. Darah harus dibayar dengan darah. Dan, nyawa harus dibayar dengan nyawa.”
Di saat Taeyeon mulai menyeringai, Lupin langsung meminta Choi untuk pergi meninggalkan ruangan.
“Pergi,” perintah Lupin. “Taeyeon, kau harus tenang. Ini semua kesalahpahaman yang harus diluruskan.”
“Aku tidak peduli. Tapi, kau telah membunuh mereka. Dan, kau harus membayarnya.”
Taeyeon langsung menyergap Choi yang langsung dihalangi oleh Sam. Cakaran Taeyeon mengenai tangan Sam yang menghalaunya dan langsung menyebabkan Sam terluka.
“Sam,” teriak Jiyong yang langsung berlari ke arah Sam.
Taeyeon tidak peduli, pandangan matanya hanya tertuju pada Choi yang berusaha melarikan diri. Saat Choi sudah di ambang pintu keluar, Taeyeon menggerakkan tangannya dan membuat tiga buah botol kaca melayang mengarah pada Choi. Botol itu langsung mengenai kepala Choi yang membuatnya berdarah.
“Taeyeon, cukup!” Jiyong memegang kedua bahu Taeyeon dengan sebelah matanya yang memerah.
Taeyeon yang sudah bersiap untuk melayangkan sebuah palu besar ke arah Choi langsung mematung. Ia melihat bayangan dirinya yang ada di mata laki-laki itu. Bayangannya yang sedang berlinang air mata dan diselimuti amarah.
“Taeyeon,” panggil Jiyong dengan nada lirih.
“Dia membunuh orang tuaku, Jiyong,” kata Taeyeon dengan nada bergetar.
“Aku tahu.”
“Dan, kau membelanya.”
“Aku tidak –“
“Kau berbohong.”
“Bohong? Tentang apa? Aku tidak berbohong apapun padamu.”
Taeyeon menitikkan air matanya,”Semuanya. Kau bohong, Jiyong. Kau bohong bahwa kau ingin melindungiku. Dan, kau bohong bahwa kau menyukaiku.”
“I do love you. I f**king love you, Taeyeon!” teriak Jiyong. “Aku tahu Choi bersalah atas kematian orang tuamu. Tapi, aku juga tidak ingin kau membunuh orang lain dan menjadi vampire kejam seperti yang lainnya, Taeyeon.”
“Mereka orang tuaku, Jiyong. Kau paham betul bagaimana aku menyayangi mereka.”
“Aku tahu.”
“Tempat ini bukan untukku, Jiyong. I’m sorry.” Taeyeon yang masih diselimuti amarah langsung pergi ke luar rumah menuju hutan.
Jiyong langsung mengejar langkah Taeyeon dan berusaha menghentikannya.
Namun, ternyata langkah keduanya terhenti dengan sendirinya. Saat James, sang raja vampire berdiri di hadapan mereka. Dengan cepat, Jiyong langsung menarik Taeyeon dan menyembunyikannya di belakangnya. Melihat James dan para pengikutnya, Taeyeon sangat ketakutan. Warna mata mereka sangat berbeda. Lebih merah dan menyeramkan.
“Jiyong,” Taeyeon menarik baju Jiyong dengan gemetar.
“Aku di sini,” kata Jiyong.
“Wah, lihat ada siapa di sini? Ternyata benar rumor yang menyebar, ada manusia setengah vampire yang berkeliaran,” kata James dengan sedikit menyeringai.
“Jangan ganggu dia.”
Dari kejauhan, Lupin beserta bersama beberapa kawanan serigala pun berteriak pada James. Mereka berjalan mendekati James dan Jiyong.
“Sudah lama kita tidak bertemu, Lupin,” sapa James.
Lupin hanya berdecih. Lalu, menyuruh Jiyong untuk pergi dari sini dengan membawa Taeyeon. Jiyong memundurkan langkahnya dan memerhatikan Lupin dari kejauhan.
“Ada urusan apa kau datang kemari? Kau lupa ini daerah serigala?”
“Ku rasa perempuan itu yang menarikku untuk datang ke sini,” kata James menunjuk Taeyeon.
Lupin mengikuti arah mata James yang sedang menatap Taeyeon.
“Dia berada di bawah perlindungan kami.”
James tertawa,”Sejak kapan kau melindungi vampire? Apa kau sudah berubah, Lupin?”
“Dia bersama anakku. Dan, anakku ter-imprint dengannya. Kau tidak bisa membawanya,” jelas Lupin.
“Wah, wah, wah... Seorang serigala ter-imprint dengan vampire? Lucu sekali.” James berjalan mendekati Taeyeon. Namun, langkahnya terhalau oleh beberapa serigala di sana.
Dari balik tubuh Jiyong, Taeyeon mengintip. Ia mencoba untuk memberanikan diri menatap Lupin.
Tepat saat kedua mata mereka bertemu, Taeyeon langsung merasakan kesakitan yang luar biasa. Ia berteriak sejadinya.
“Taeyeon,” Jiyong langsung menangkap tubuh Taeyeon yang nyaris jatuh ke tanah.
“Sakit, Jiyong,” kata Taeyeon lirih. “Darah, Jiyong. Aku haus darah.”
Jiyong mengalihkan pandangannya ke arah James yang masih menatap Taeyeon. Sebelum salah satu mata Jiyong berubah merah, Lupin langsung menutupinya dan berhadapan langsung dengan James.
“Tinggalkan dia.”
“Dia adalah bagian dari kaumku.”
“Tapi, dia bersama kami sekarang.”
“Kau tahu, bahwa vampire kecil ini akan sangat berguna untukku.”
“Pergi, sebelum kau berhadapan dengan kami,” gertak Lupin.
Melihat sekumpulan serigala dalam jumlah banyak yang siap menyerang, James pun memilih untuk mundur.
“Kau tahu, Lupin, dia akan ku dapatkan. Entah bagaimanapun caranya,” kata James sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan daerah serigala ini.
“Bawa Taeyeon pulang, Jiyong.”