“Kau … apa yang kau pikirkan sampai kembali ke sini lagi, ha!?” geram Michiru sambil melayangkan tinjunya yang sudah dilapisi oleh petir.
Tetapi dengan mudah, tinju Michiru ditahan oleh orang itu. Wajah yang sebelumnya tanpa ekspresi perlahan-lahan berubah. Senyuman mengerikan seperti seorang psikopat yang ada di drama TV terlihat di wajahnya.
“Akari … aku kembali untuk menemuimu lagi …” katanya pelan.
Tubuhku langsung merinding melihat tatapan itu. Seika yang ada di sebelahku langsung menarikku ke balik punggungnya, begitu pula dengan Kaji dan Yusuke.
“Aku tidak mengerti apa yang terjadi. Orang itu tentu terlihat berbeda dari apa yang digambarkan oleh Akari, ‘kan?” tanya Seika. “Tetapi dari kata-katanya, dan Akari yang gemeta