Dengan mudah Michiru membereskan semua kekacauan yang ada di kamarku dan Seika. Yang sebelumnya terlihat seperti kapal pecah, dalam sekejap semua kerusakan yang ada di dalam kamar itu kembali seperti sebelumnya.
Kaji tertawa satu kali, kemudian berkata, “Sepertinya aku harus berterima kasih pada pengarang manga yang membuat latar belakang cerita seperti sihir dan semacamnya.”
Dengan mata yang berbinar, Seika melihat kaca yang tersebar berkeping-keping di atas lantai perlahan-lahan membentuk sebuah gelas. Tidak sedetik pun mata Seika berpaling ketika gelas itu melayang dengan pelan dan kembali berada di atas meja.
“Michiru, bagaimana jika kau bekerja sebagai salah satu pekerja spesialis yang direkrut oleh keluargaku?” tanya Seika.