"Huh ..."
Helaan napas panjang itu berasal dari Andrew yang sejak tadi mencoba mengontrol raut wajahnya. Setelah sejak tadi menahan apa yang ingin ia keluarkan, kini ketika Mr. Jazz sudah lergi dari sana apa yang ia tahan pun terlepas begitu saja.
"Kak Alan buang angin ya?" tanya Clava.
"Kok tahu?" Andrew justru bertanya balik tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Ck, jadi benar? Ya iyalah baunya saja menyengat sekali seperti ini. Kipikir sejak tadi Kakak takut ketahuan dengan wajah kaku dan merah padam itu." Clava tidak terima ternyata sejak tadi cuma dirinya yang dugun-dugun sendiri.
"Tidak sepenuhnya salah kok, Va pikiranmu itu. Justru itu, karena saking takutnya aku sampai mau kentut pun eh, maaf keceplosan buang angin maksudnya." Andrew terkekeh kecil memamerkan deretan giginy