"Oh astaga ... hampir saja aku berubah jadi keripik kulit," celetuk Andrew.
Lelaki dengan kemeja kotak-kotak berwarna hitam putih dan sebelah tangan bajunya yang ia singsingkan ke atas itu terlihat nyaris frustasi sembari melemparkan tubuh bagian belakangnya menempel pada permukaan kursi. Wajah tampannya bahkan sempat kelihatan agak pucat namun, seiring berjalannya menit perlahan kembali terlihat kemerahan.
"Hampir saja ya, Kak. Jujur, jantungku juga mau copot rasanya," ucap Clava yang ikut duduk di sebelah Andrew.
Setelah keluar dari ruangan Mr. Jazz untuk melakukan misi mereka tadi, keduanya menghampiri bangku taman belakang perusahaan Doujav Corp.
Clava dan Andrew berniat untuk menenangkan pikiran mereka terlebih dahulu. Karena yang tadi itu nyaris sekali, bahkan Andrew pun suda