“Hai Andrew.”
Sapaan tersebut harus terucap beberapa kali karena Andrew yang kelihatannya tidak mendengar sapaan itu. Lelaki itu masih nampak sangat serius dengan ponsel genggamnya dan game online yang ia mainkan.
Posisi duduknya pun luar biasa sekali. Sebelah kakinya naik ke atas bangku dan sebelahnya lagi tetap berada di bawah. Dan lagi, ternyata yang membuat Andrew mendadak kehilangan pendengarannya adalah karena kedua telinganya tertutupi oleh headset di sana.
Namun, karena melihat siluet bayangan seseorang yang berada di dekatnya, Andrew pun mendongak dan segera membuka alat yang menyumpali telinganya itu.
“Eh, Bu Megan?” terkejut Andrew.
Tentu saja, seorang Megan yang merupakan kepala tim divisinya juga salah satu orang kepercayaan Mr. Jazz bisa ada di sini, itu cukup ralat