Namun, sayang. Tak berselang lama setelah Andrew pergi, Alan datang. Dengan kaos polos dan celana trainingnya mengehampiri kursi yang sama dengan yang Andrew dan Megan duduki tadi.
“Kemana anak itu? Katanya sudah menunggu lama,” omel Alan karena tidak mendapati siapa pun di sana.
“Kutelepon saja kali ya,” katanya lagi. Kemudian mengambil ponselnya dari dalam saku celana trainingnya.
“Yah ... mati lagi. Lupa ngecas tadi.” Gerutuan Alan sembari memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana dengan perasaan kesal.
Sebenarnya tadi saat hendak ke sini pun, Alan sudah tidak niat akibat bangunnya terlambat. Belum lagi sempat beradu argumen dengan Future di rumah dan sekarang, sesampainya di lapangan si kadal Andrew tidak ada, ponselnya mati pula.
Semakin sengsara saja Alan rasanya ha