Malam yang semakin larut diikuti dengan angin yang berhembus lewat celah lubang berukuran 30 X 30 cm tepat diatas jendela berkaca bening yang memiliki ukuran 2 kali lipat celah lubang. Hujan rintik-rintik yang sejak dari sore tanpa henti masih meneteskan airnya. Suara ranting pohon yang saling bergesekan seakan membuat sebuah irama dan daun yang melambai-lambai menambah kesan malam itu semakin menyeramkan. Aku yang tiduran berselimutkan selimut tebal memeluk kucing abu-abu yang tertidur melingkar. Adanya kucing itu membuatku berani sendirian meskipun suara ranting itu menyeramkan. Kucoba memejamkan mataku dan terlelap tidur.
Prankk…
Suara itu membangunkanku pada tengah malam. Aku terkejut dan tak menampik suara itu. Aku bangun untuk duduk dan kuputuskan membuka HP ku. Kulihat layarku yan