“Jam berdetik, meja mengetuk.
Dengar, dengarlah ini pintu terketuk.
Lihat hati-hati, jangan berbalik.
Ku tak ingin kau hilang sedetik.”
Suara itu terus mengganggu tidurku tiap tengah malam, padahal di tempatku ramai orang alias rumahku dikelilingi tetangga yang baik. Tahun ini merupakan tahun burukku, bagaimana tidak kalimat-kalimat itu terus menerorku. Apakah ada yang salah antara aku dan orang lain? Atau dengan karyawan tokoku? Selama ini aku tidak pernah mengindahkan kalimat-kalimat bodoh itu karena aku disibukkan dengan usaha tokoku ini.
Suatu malam ketika toko akan tutup aku melarang salah satu karyawanku untuk pulang dengan memberinya upah lembur pasti akan bahagia dia. Aku melarangnya pulang dan menginap di sini untuk menguji apakah dia juga mendengar atau tidak.
“Lihatlah bel