Namaku Amadea. Umurku 15. Aku punya ayah dan ibu menyenangkan, tapi sekarang mereka jarang berbicara bersama. Teman temanku banyak, hingga satu waktu aku mendengar mereka membicarakan hal burukku di belakangku.
Suatu petang, aku sedang memeluk lututku, menangis. Aku sedih, mendengar u*****n dan teriakan di luar kamarku. Itu ayah dan ibu, sedang bertengkar. Tiba-tiba di sebelahku, jendela diketuk. Seorang gadis sebaya melambai ke arahku. Aku tersentak, kaget.
Dia berisyarat untuk membukakan jendela untuknya. Awalnya aku tak mau, karena takut, tapi akhirnya aku mengijinkan dia masuk. Rambut dia terurai, hitam. Matanya coklat, dengan wajah tirus. Gadis yang mengenakan kaus pink dan celana biru muda itu menyerahkan tangannya, mengajak berkenalan. Aku ikut menggapai tangannya.
“Namaku Selena