Di sebuah rumah tua yang berada di ujung desa, seorang anak sedang bermain catur melawan ayahnya, seharusnya pada jam-jam itu si anak sedang bermain bola voli di lapangan desa, namun karena hujan yang tak kunjung reda sejak siang itu si anak harus merelakan waktunya bermain untuk menemani ayahnya bermain catur. Bukannya si anak payah dalam permainan itu, bahkan bisa dibilang si anak lebih sering unggul ketika bermain catur melawan ayahnya, hanya saja si anak mulai bosan.
“bagaimana jika kita bertaruh pada permainan berikutnya?” usul si anak tiba-tiba, si ayah yang mengerti bahwa anaknya mulai bosan dipaksa bermain catur terus-menerus mengiyakannya usul anaknya tesebut
“oke, apa taruhannya kalau begitu?”, tanya si ayah.
Si anak terdiam beberapa saat, lalu mengusulkan “bagaimana jika yang