Penyelidikan baru dimulai, setelah memintai keterangan dari setiap orang kuputuskan untuk memeriksa keluar bangunan. Payung hitam kubukan dan berjalan menerobos hujan.
Langit begitu gelap, hujannya masih cukup deras, ah aku tak bisa berjalan lebih jauh selain sekitar halaman. Namun di sana nampak seorang gadis familiar berdiri di bawah lampu taman.
“Amanda, ternyata kamu ikut,” ujarku heran.
Dia tersenyum manis seperti biasa.
“Iya emang kenapa? Lagi menyelidiki kasus?” tanyanya, lalu ikut berteduh dibawah payungku.
“Iya aku sedang menyelidiki kasus di villa ini,” jawabku.
“Maksudmu tentang pembunuhannya Mira?” tanya-nya kembali.
“Iya kau taukan siapa pembunuhnya?” aku berbalik bertanya.
Dia tertawa kecil, menatapku dengan ekspresi gemas.
“Tentu saja, aku tau siapa pelakunya, tapi