Langit malam yang nampak suram. Melukiskan kesuraman yang sama, seperti penampilanku malam ini. Baju hitam, yang penuh dengan bercak darah. Serta pisau belati, yang masih berlumuran darah. Terlihat jelas di depanku. Juga seorang wanita berambut panjang dan baju yang berwarna hitam, yang terkapar dengan banyaknya darah keluar. Keringat yang menguncur, serta seluruh badan yang masih gemetar, tak lagi bisa aku definisikan. Menunduk, menangis di sela-sela tangan, terus aku lakukan. Hingga ragaku ingin saja keluar. Sejenak, ingin jalan-jalan. Melihat semua rentetan kejadian. Sebelum akhirnya, aku dipanggil tuhan. Atau, aku menyusul seseorang dilain jalan.
RENTETAN KEJADIAN, SAAT DULU..
“gantengnya cucu omma. siapa namanya ra?” dia adalah ommaku. Orang yang menimangku kali pertama bertemu deng