(perjalanan dengan Pangeran Es)Musim salju pun tiba, dan hal itu tentu membuat Pangeran Abraham sangat bersemangat untuk melakukan hobinya, dan pagi itu, ia berjalan bersama dengan Saint sang Sahabat dan Rezen sang Kepercayaan yang membantu dirinya membawa peralatan lukisnya.
“bukankah seharusnya anda masih harus banyak mempelajari berbagai hal mengenai kerajaan, Pangeran Ab?” dan pertanyaan yang dilontarkan oleh Saint membuat Abraham menatapnya dengan pandangan yang cukup terganggu, hal itu membuat Saint kini menyunggingkan gigi rapihnya seraya berucap kata maaf padanya,
“ini adalah musim dingin, dan aku tidak menerima pelajaran apapun dan lebih tepatnya menolak hal itu karena aku merasa bahwa otakku yang sudah membeku ini takkan bisa dimasuki ilmu tentang kerajaan untuk waktu yang lu