Siang itu, Rezen bersama dengan keempat calon kepercayaan yang tersisa kini berjalan mengiringi langkah kaki sang Pangeran yang berada di depan mereka. Memimpin mereka berjalan melewati lorong-lorong lapang latihan, dan mereka jelas tahu bahwa sang Pangeran tidak akan berlatih di sana, melainkan hanya melewatinya saja. Hal itu juga diyakini oleh para prajurit yang kini menoleh mereka semua yang berjalan di lorong sana. Terlihat jelas dari barang-barang yang dibawakan para calon kepercayaan di sana, bahwa sang Pangeran tidak mungkin singgah ke tempat latihan untuk berlatih.
“kurasa Pangeran akan pergi menuju kebun Hamush” bisik salah satu prajurit kepada rekannya yang juga menganggukkan kepala, memiliki satu pemikiran yang sama dengan yang lainnya.
“hei, Ab!” sebuah panggilan dari Pange