Hari itu adalah jadwal bebas bagi snag Pangeran. Meskipun dikatakan bebas, namun Pangeran Abraham merasa bahwa ia masih terkekang di sana. Bagaimana tidak? Kelima calon kepercayaannya masih senantiasa menyertai dirinya kemanapun ia pergi. Dan seperti saat ini, Pangeran Abraham tengah duduk-duduk di tempat makan favoritnya yang terletak di desa Valens, dan kelima calon kepercayaan itu terus membuntuti langkahnya. Mereka berdiri tepat mengelilingi sang Pangeran. Merasa bahwa ia terganggu, pada akhirnya ia memerintahkan mereka semua untuk duduk di kursi yang berada di mejanya.
“maaf Pangeran, tapi peraturan mengatakan bah…-
“tidak perlu kau menerangkan peraturan itu padaku, karena aku juga tau!! anggaplah ini sebagai perintah, jadi duduklah di sana!” ucap Pangeran Abraham memutuskan perkat