Rezen kembali berjalan mengelilingi desa dengan perasaan bingung yang tercampur di sana, namun ketika ia bertemu dengan Saint dan Thesamo, pemikiran itu segera saja ia enyahkan dan ia pun ikut dengan mereka yang sempat mengajaknya menuju toko roti untuk membeli beberapa persediaan makan di kapal. Setibanya mereka di toko itu, kedua mata Rezen pun menoleh ke arah papan tulis yang sengaja disediakan oleh tukang roti untuk mengiklankan atau mengumumkan hasil dagangannya. Kedua mata Rezen menatap kata-kata yang janggal di sana, dan kata itu berucap,
‘bersiaplah terhadap … yang akan datang dengan segera!!’
Perkataan itu menurut Rezen sangatlah ambigu, ia merasa bahwa papan itu memberikan sebuah sinyal atau sebuah wantian untuknya, namun ketika sang penjual menempelkan kata ‘Roti Naga’ di sa