Dua tahun berlalu dengan begitu cepatnya, dan seperti pagi yang biasanya, Rezen beserta dengan keempat calon kepercayaan lainnya yaitu Renore, Saint, Shulan dan Thesamo mengiringi Pangeran Abraham yang kini berjalan menaiki ribuan anak tangga untuk kemudian melukis di atas menara kerajaan pagi itu. Jujur saja, Rezen merasa kesal dengan hobi sang pangeran yang satu ini, meski gambarannya sangat indah dan begitu memuaskan, namun ia merasa bahwa sang Pangeran hanya membuang waktunya setiap kali ada waktu luang yang ia temui, dan seperti saat ini. Rezen, beserta Renore, Saint, Shulan dan Thesamo hanya berdiri memandangi sang pangeran yang tengah mengguratkan pensil miliknya di atas kertas kanvas yang putih polos itu.
“Jujur saja, sebenarnya aku benci jika aktivitasku yang satu ini di pantau