Langkah demi langkah terus mereka lalui. Dengan harapan yang sangat besar dalam diri mereka masing-masing. Mereka mempunyai daftar kegiatan yang sudah mereka susun dengan rapi dalam buku-buku yang ada di otaknya. Tujuan utama mereka adalah membalas dendam. Membalas semua rasa sakit dan rasa takut yang selama ini mereka hadapi di dalam kota antah berantah tersebut. Tekad mereka begitu kuat. Bahkan Roy, yang telah mempunyai bekas luka akibat serangan dari para makhluk itu pun bertekad untuk bisa membalas dendamnya. Dengan langkah yang tertaih. Peluh yang menetes dan bahkan telah membasahi seluruh tubuh mereka. Rasa takut, dingin, merinding, tegang dan segala macam hal lainnya mereka hadapi bersama-sama.
“Ikuti saja lorong itu. Lurus dan jangan berbelok ke mana pun jika ada persimpangan!”