Bian menginjak gas dengan cepat, membuat kami semua berhasil menghindari anak buah Anggi, untung saja Bian dengan sigap membawa mobil membuat kami semua dapat pergi dengan selamat. Dari belakang, aku melihat mereka mencoba menyusul kami dengan menggunakan mobil. Mereka terus berusaha untuk memotong mobil kami namun Bian yang sadar situasi saat ini sangat berbahaya bagi kami langsung menghalanginya, aku mengatur napasku yang kesulitan karena terlalu lelah.
"Argh...," ringis Adrian yang membuatku menoleh ke arahnya, aku akhirnya tersadar akan kondisi Adrian yang ternyata tidak baik - baik saja.
Tembakan yang dilakukan oleh anak buah Anggi tadi ternyata mengenai Adrian, sebagain baju Adrian basah karena darah yang keluar dari bekas tembakan tadi
"Kamu gak apa - apa?" tanyaku pada Adrian ya