Beberapa saat kemudian, dokter kembali setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian berwarna hijau khas untuk operasi. Para perawat juga bersiap. Tirai pembatas ditutup oleh perawat, sepertinya tindakan akan segera dimulai.
Aku duduk sambil merapalkan doa untuk Adrian, melihatnya terbaring tidak sadarkan diri membuat aku semakin cemas. Aku melihat dokter mulai memeriksa Adrian, perasaanku bercampur aduk terlebih aku merasa bersalah karenanya.
Jika bukan karena menolongku, mungkin Adrian akan baik - baik saja. Terus - terusan aku menyalahkan diriku, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada Adrian. Aku juga bingung bagaimana nantinya akan menghadapi mama Adrian dan Rara jika sesuatu terjadi padanya.
"Luna kamu lebih baik istirahat aja," ucap Bian terus membujukku,