Restouran yang ada di sebelah butik sangat ramai, namun mama Adrian mengatakan jika makanan di restouran ini sangat enak. Kami akhirnya memutuskan untuk makan di sana karena mama Adrian mengininkan ikan bakar favoritnya, kami duduk di meja yang kebetulan kosong.
Pelayan datang lalu kami bergantian memilih dan memesan makanan yang kemudian di catat oleh pelayan, Adrian mengambil ponselku entah apa yang ingin ia lihat, aku hanya melihatnya lalu membiarkannya saja.
"Luna kamu besok pagi jadi ke dokternya?" tanya mama Adrian.
Aku mengangguk, "iya tante udah di jadwalin sama ayah dari kemarin - kemarin," sautku dengan senyum lebar, "mau tante temenin?" tanya mama Adrian terlihat sedikit cemas.
"Gak usah tante, lagian Adrian juga nemenin Luna. Pasti akan baik - baik saja," ucapku dengan seny