Senyuman di wajah ayah membuatku merasa sangat senang, meskipun hanya menjadi juara kedua. Setidaknya, keteguhanku untuk melanjutkan ini sampai akhir membawa hasil.
Bian bergantian memeluk ayah setelah aku, sesekali ayah menepuk pundak Bian sambil mengucapkan selamat.
Sayangnya orang tua Bian tidak bisa hadir karena harus mempersiapkan pernikahan kakak perempuan Bian.
Dari jauh aku melihat Rara dan mama Adrian datang mendekatiku, senyum di wajah mama Adrian terlihat sangat menyenangkan.
Senyum yang kulihat selama ini, benar - benar sudah lama aku tidak melihat senyum penuh keteduhan seperti itu.
"Selamat, Kak Luna!"
Rara menelukku hangat, lalu memberikan aku sebuah totebag dan bucket bunga yang terlihat cantik.
"Terima kasih," balasku kembali memeluk Rara untuk kedua kalinya.
Kemud