“Inikah anjing yang pernah kau ceritakan kepadaku itu?” tanyaku.
Kenji mengangguk. "Iya, betul. Dia selalu seperti itu."
Aku menatap anjing yang tergolek di kakiku itu yang sedang kejang kejang tatapan matanya yang kosong juga keempat kakinya yang mengais-ngais udara dengan liar. Petani itu pernah bercerita tentang serangan berkala yang mulai sering dialami Theo, anjing gembalanya. Tapi memang benar benar suatu kebetulan jika serangan itu terjadi saat aku sedang berkunjung untuk urusan yang lain.
"Kau mengatakan bahwa setelah itu dia akan kembali normal?"
"Iya, benar. Mungkin kau akan sedikit pusing selama satu jam, tapi sesudah itu dia akan kembali normal." Petani itu mengangkat pundak. "Seperti yang kau tahu, aku sudah sering punya anjing dan aku juga sudah sering melihat anjing kej