Aku menyibakkan tirai, sementara laki laki muda itu masuk dengan gaya berjalannya yang sempoyongan dan meletakkan beban yang dibawanya ke atas meja.
Saat ini aku dapat melihat semua inti masalahnya: tanda-tanda yang biasa terlihat pada kasus kecelakaan lalu lintas. Tanah yang melekat di bulu keemasan mengilat dan luka-luka lecet. Namun kaki yang terkoyak hingga lepas itu bukanlah pemandangan biasa. Aku bahkan belum pernah melihat kasus seperti ini.
Sedang aku mengalihkan pandangan kepada perempuan muda itu. "Seperti apa kejadiannya?'
"Oh, hanya dalam sekejap." Air matanya berlinang-linang. "Kami sedang berlibur dengan karavan. Kami tidak bermaksud menginap di Ishikari"—(aku bisa memahaminya)—"tapi kami berhenti sejenak untuk membeli koran. Bean melompat keluar dari mobil, maka terjadil