Atsushi dan aku melihat anjing kecil itu di antara lapaklapak, ketika kami sedang berjalan-jalan di pasar.
Kalau klinik sedang sepi, kami memang sering berjalan-jalan berdua melintasi jalan berlapis batu, dan mengobrol dengan para petani yang bergerombol di sekitar pintu Tejinaya. Adakalanya kami malah menerima beberapa pelunasan ongkos perawatan yang lumayan besar, atau memperoleh pekerjaan untuk minggu berikutnya—andai pun tidak terjadi hal seperti itu, kami masih bisa menikmati udara segar.
Kami memperhatikan anjing itu karena dia duduk di depan lapak biskuit dengan kedua kaki depan terangkat.
"Coba lihat dia," ujar Atsushi. "Dari mana dia datang ya?"
Saat dia bicara, pemilik kios itu melemparkan sepotong biskuit yang langsung dilahap si anjing. Namun saat laki-laki itu menghampirin