“Tristin muda itu benar-benar tolol."
Ini bukanlah pernyataan yang bisa menambah semangat, dan untuk sesaat rasa bir di mulutku berubah masam. Aku sedang menikmati bir sendirian di "bilik pribadi" kedai minum dalam perjalanan pulang setelah menangani kasus sakit perut. Kata-kata tadi terdengar jelas dari balik pintu bar.
Aku menggeser posisi sedikit, supaya bisa melihat ke dalam ruangan yang terang benderang itu. Ternyata yang bicara tadi Shirota Yuu, pekerja lepas yang cukup dikenal di Sorachi. Dia pekerja yang ditunjuk mengerjakan tugas khusus, tetapi nyatanya dia tidak benar-benar bekerja. Sosoknya yang kekar dan wajahnya yang gemuk kemerahan sudah menjadi pemandangan biasa di sekitar kantor tempat dia mengurus tunjangan pengangguran.
“Iya, dia memang tidak tahu apa-apa tentang anji