Aku rasa bukan hal aneh ketika melihat seorang laki-laki mendorong kereta bayi di kota, tapi lain halnya bila ini terjadi di daerah tandus yang sunyi. Orang pasti akan menoleh dengan heran, apa lagi bila isinya seekor anjing besar.
Itulah yang suatu pagi kulihat di daerah perbukitan di atas Sorachi, dan aku pun mengurangi kecepatan saat melintas. Aku memang pernah melihat kombinasi janggal ini—beberapa kali dalam beberapa pekan terakhir—dan tampak jelas bahwa laki-laki dan anjingnya itu baru datang ke distrik ini.
Saat mobilku sejajar dengannya, laki-laki itu menoleh, tersenyum, dan melambaikan tangan. Senyuman manis langka yang menghiasi wajah yang sangat kecokelatan. Usianya pasti sekitar empat puluhan, pikirku. Lehernya yang juga kecokelatan tidak mengenakan dasi, dan kemeja pudarnya